Selamat Datang...

...tolong bangunkan aku esok pagi...

Wednesday, November 12, 2008

November ini...

Axl Rose dan Guns n' Roses-nya lagi bernyanyi riang di kepalaku. Dua lagu, yang satu penyemangat, yang satu lagi kok kebetulan pas gua dapet kejadian yang gak enak. Pertama Patience. Lagu ini penjaga semangat kalo gua lagi jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan. Dengerin potongan liriknya:

...

I sit here on the stairs
'Cause I'd rather be alone
If I can't have you right now
I'll wait, dear
Sometimes I get so tense
But I can't speed up the time
But you know, love
There's one more thing to consider

...

Ya, gua akan menunggu sampai cinta itu berpihak sama gua. Penyemangat hidup juga. Makanya kalo lagi jatuh cinta dan bertepuk sebelah tangan, gua selalu dengerin lagu ini. Paling gak sambil membayangkan indahnya cinta..hehehe...Tapi gak melulu cinta loh. Apapun keinginan kita, kalo kita sabar dan berusaha maka pasti akan tercapai cepat atau lambat. Tapi memang urusan cinta adalah urusan yang penuh pertimbangan.

Kedua November Rain. Lagu ini jadi backsound pas gua dikecewakan seseorang. 7 November 2008 di suatu tempat makan di Kelapa Gading, gua merasakan apa itu namanya sakit hati (ciehhh...). Segala rencana dan susunannya udah gua siapin, tapi ternyata dia berfikir lain. Tapi apapun yang terjadi, gua masih sayang sama dia dan berharap dia balik ke gua dan nerusin apa yang udah direncanain. Kalo perlu ngulang semua dari awal dan saling memaafkan atas segala salah yang sudah diperbuat.

Dia bilang masalah bukan pada gua ataupun hubungan, masalah ada pada dia. Entah kenapa pas dia mutusin gua banyak banget alesannya. Soal gua sering gak masuk kerja kalo pas sakit, etos dan semangat kerja, soal kemapanan, soal pengen dirayain nikahnya, soal gua gak pernah marah, soal gua gak punya rasa cemburu, soal dia berbohong, soal orang ketiga, soal keinginan orang tua, soal ketidaksiapan dalam melangkah, soal...ahh..banyak lah gua lupa mo dijebarin satu-satu. Padahal pertanyaannya simpel, KENAPA? tapi dia lebih memilih bertele-tele dan gak fokus menjawab ketimbang kasih jawaban yang simpel.

Nah si November Rain ini nyadarin gua, kalo mungkin dia perlu berfikir untuk melangkah ke jalan yang sekali seumur hidup. Kami memang berencana melangkah ke jenjang yang lebih serius, untungnya baru rencana itu juga masih jauh. Gua bahkan sempat ke rumah orang tuanya di Surabaya sana, bahkan saat umat Islam merayakan Idul Fitri bersama keluarga besarnya, di hari kedua lebaran gua udah disana.

Saat itu tanggapannya baik, positif dan tidak berkesan apa-apa selain keceriaan. Itu membuat gua tersanjung. Tapi isi hati dan isi kepala orang kita gak tau selain si empunya hati dan kepala juga Allah. Dalam hitungan hari semua berantakan..seolah jadi petir di tengah malam yang bangunin gua dari buaian bintang...Ah..mungkin gua juga bukan orang yang tepat buat dia...

...

'Cause nothin' lasts forever
And we both know hearts can change

...

Yang pasti, gua masih sayang sama dia, dan berharap dia balik ke gua dan nerusin rencana-rencana yang sudah tersusun. Kalo dia belom siap, gua tunggu sampe siap. Itu juga, kalo kate orang-orang tua, kalo jodoh gak kemana....

Mungkin saja dia sedang berfikir..Apapun petunjuk Allah nanti, itu yang terbaik buat gua dan dia. Meski dia milih orang lain atau balik ke gua, semoga keputusan dia gak salah...

...

But lovers always come and lovers always go
An no one's really sure who's lettin' go today
Walking away

...

Pada akhirnya gua harus (sementara ini) membiarkan dia sendiri untuk berfikir...So, kalo kamu baca de, semoga kamu bisa berfikir matang, agar kamu gak salah jalan. Aku masih sayang kamu dan selalu menunggumu...

I Love you de...

...

Do you need some time.. on your own
Do you need some time.. all alone
Everybody needs some time.. on their own
Don't you know you need some time.. all alone

...

Wednesday, October 15, 2008

PERLU TALENT BUAT PROGRAM BARU TRANS TV

Teman-teman. ..
dalam rangka membuat program baru untuk News Trans TV, dengan konsep baru dan tema baru diperlukan talent dengan kriteria kurang lebih:
1. good looking dan cameraface
2. Pria atau wanita usia 20-30 tahun
3. minimal sedang kuliah, kerja juga gpp
4. minat pada wirausaha, lebih2 yang bercita-cita jadi pengusaha
5. siap dicasting, punya waktu fleksibel dan akan terlibat dalam liputan selama lebih kurang 5 hari baik di dalam maupun luar kota.
6. berkepribadian menarik, atraktif, komunikatif, cerdas, gak malu-malu dan menunjukkan minat yang sangat besar terhadap hal baru..
Kalo ada temen, sodara, pacar, adik, kakak, om, tante atau malah teman-teman sendiri berminat kirim CV (jangan lupa nomor telepon yang dapat dihubungi) dan foto postcard seluruh badan dan close up ke programbaru@ gmail.com (jangan japri ya...)
Seluruh attachment yang disertakan jangan lebih dari 200kb ya....
Karena urgent jadi butuh cepet banget secepet-cepetnya. ...
Trima kasih...

Monday, October 06, 2008

Laskar Pelangi

Laskar Pelangi lagi booming! Novelnya laris dan filmnya laku. Buat yang belum nonton di sarankan nonton. Hanya saja memang jangan menyamakan film dengan novelnya, karena bahasa buku dan bahasa audio visual adalah dua hal berbeda. Di tulisan kita bisa berbusa-busa menggambarkan sesuatu, tapi dalam film adalah bagaimana sesuatu itu bisa tersampaikan maknanya tanpa berbusa-busa.

Nonton film ini sampai dua kali. Pertama pas pertama kali keluar alias premiere tanggal 25 september kemarin di Setiabudi. Terus nonton lagi di Surabaya. Om Riri berhasil meyakinkan saya untuk menikmatinya lagi berkali-kali. Meski demikian beberapa scene terasa mengganggu buat saya.

Yang pertama adalah penggambaran bagaimana Ikal yang sedang dimabuk cinta monyet, cinta khas anak yang sedang puber. Penggambarannya terlalu berlebihan dengan menampilkan efek glowing dan jatuhnya bunga-bunga, seolah menggambarkan suasana hati Ikal yang sedang cerah dan dipenuhi bunga-bunga. Bagi saya, penggambaran suasana hati Ikal (mungkin) bisa digambarkan dengan cara lain, yang tidak bertele-tele dan komedik. Terlebih pada saat Ikal merasa kehilangan A Ling membuat suasana hati Ikal sepi dan digambarkan mirip film-film Stephen Chow terbitan Hongkong. Komedik...

Kedua adanya "klip" lagu yang dinyanyikan Kucai yang berusaha menghibur Ikal yang sedang gundah gulana ditinggal A Ling. Itu bagi saya juga berlebihan untuk menggambarkan kehilangan seorang anak yang sedang di mabuk cinta monyet.

Ketiga Tora Sudiro yang menurut saya kurang pas memerankan Pak Guru Mahmud. Kurang berwibawa sebagai guru. Dan yang fatal adalah dialek Melayu Belitong yang kurang fasih. Berbeda dengan para pemain yang lain (dari Jakarta) yang berusaha belajar hingga menyesuaikan denga Melayu Belitong, Tora malah terdengar seperti Orang Madura. Tora pun belum bisa melepaskan karakter komedinya, terlihat dari pertama film ini memunculkan Tora yang bersepeda disamping Bu Mus dan nyaris terjatuh.

Disamping "ketidaknyamanan" seorang penonton awam seperti saya, visualisasi LP sangat bagus. Tidak melulu menjual gambar-gambar landscape keindahan Belitong, seperti Denias yang penuh dengan landscape Papua, tapi juga menonjolkan karakter dan watak juga mimik-mimik khas anak-anak (Belitong). Untuk yang satu ini saya angkat 4 Jempol yang saya punya untuk Om Riri.

Selain itu, runtutan cerita tidak 'njelimet' dan mudah dicerna dengan pesan-pesan lugu tapi bermakna. Jujur saya terkesan dengan "..kalo nak masuk surga, pandai-pandailah kau berenang..." atau "..kita harus banyak memberi, bukan menerima.." juga menumbuhkan rasa optimistis akan cita-cita dan keinginan untuk maju. Sebuah pesan yang langka di negeri ini.

Ah..dasar penonton awam, saya bisanya cuma kritik aja. Disuruh bikin? Nanti dulu....

Tuesday, September 09, 2008

Caleg berak dan bajingan

Abis makan iga bakar sapi bali di kawasan Palagan Jogja bikin kenyang. Porsi iganya edan,gede banget. Jadi bingung ni iga sapi bali apa sapi australi..

Pulang ke hotel langsung rebahan sambil pencat-pencet remote tv. Eh,nyantol di Apa Kabar Indonesia Malam sama si cantik Grace Natalie. Temanya lagi hangat,kayak tai ayam. Soal isu KKN dlm penentuan nomor urut caleg dari partai ka'bah. Narsumnyapun dari partai itu semua. Salah satunya caleg kutu loncat, Joko Edi.

Dia dituding rekannya di PPP setor 250juta demi nomor satu alias nomor jadi. Aku pikir akan jadi perdebatan menarik,karena si penebar isu, Bachrudin juga dihadirkan via telepon. Sebelumnya si hadir kata si cantik Grace, tapi entah kenapa ga jadi on cam.

Bukannya perdebatan sehat yang muncul, malah makian tingkat preman yang keluar. Joko Edi ternyata panasan orangnya. Ditengah-tengah emosinya yang liar, terlontarlah makian Joko Edi tertuju ke Bachrudin itu. Dibilang: anda mo berak di sini? Eh bukan satu, tapi dua. Muncul lagi: bajingan anda ini!

Duh, makin semrawut aja tata bahasanya. Udah dewan yang sekarang busuk, ini nambah lagi caleg sontoloyo. Pake kendaraan Partai Islam bergambar ka'bah, bukanya santun malah tolol. Mo jadi apa kalo negeri ini di wakili sama legislator yang doyan berak dan berlaku bajingan...

Busuk lu semua...omong kosong soal rakyat, ternyata semakin menegaskan dagelan tai kucing..

Cuihhh!!!

Thursday, September 04, 2008

Test...

Iseng-iseng nyoba posting pake wifi PDA D810. Ini pake jaringan wifi-nya hotel Jayakarta Jogja. Lumayan kecepatan aksesny, gratis dan tersedia juga di kamar, jadi gak perlu repot ke lobi kalo mo ngenet.

Niatnya nyampe Jogja mo langsung liputan, tapi narsumnya ternyata gak bisa. Akhirnya ngenet d kamar sambil ngeliatin orang berenang. Hehehe...

Mendadak ngantuk juga, dari jam 3 pagi uda STBY. Pas buat sedikit melemaskan otot mata, mumpung Jogja lagi adem. Tidur ahhh...