Selamat Datang...
Sunday, September 16, 2007
Saturday, September 15, 2007
Menikah=Obsesi Masa Depan ? (2)
No one like it....
Beberapa hari ini jadi bad day dan bad week buatku. Menjalani puasa hari pertama pun tak ada gairah apa-apa, biasa aja seperti hari lainnya. Bad day buatku karena lagi kena "musibah" di Tendean. Aku menganggapnya sebagai teguran dan sekaligus jadi motivasi buat lebih baik lagi. Tendean hari itu seolah tidak bersahabat, menjemukan, dan memuakkan. Tapi dibalik itu semua pasti ada pembelajaran yang bisa ku ambil. Dan sekarang, aku jalani dengan enjoy aja, apapun itu keputusan...
Bad week buatku karena puasa minggu pertama ini ibuku sakit. Entah mengapa hari pertama puasa beliau terbaring lemah saja di kamarnya. Periksa ke dokter dengan diagnosis maag tak melegakan hatiku.Tapi tadi pagi mama sudah bisa makan pagi dan mulai beraktivitas pagi, meski kondisi masih terlihat lemah. Cepat sembuh Mam!!
Buat kamu de, aku rindu kamu dan tidak ada orang seperti kamu di hatiku saat ini...Miss you honey...
Sunday, August 05, 2007
Indonesia Raya
Menjelang ulang tahun kemerdekaan Negara kita, Republik Indonesia ke- 62, ada berita menarik sekaligus menggembirakan. Pertama, Pakar Telematika, Roy Suryo di kabarkan telah menemukan lagu Indonesia Raya versi lain. Total ada tiga stanza, alias tiga versi syair. Menurut beliau, ini asli dan masih tersimpan dalam server di Negara Belanda sana. Tentunya ini kabar baik jika benar ketiga versi itu adalah asli dan memang asli dari penciptanya. Maklum saja, Indonesia memang kurang sadar sejarah, hingga dokumentasi penting saja mesti berburu samapi ke Belanda sana.
Kedua, AC Milan, my favourite football club, akhirnya resmi mengikat pemain depan berbakat dari Brasil, Alexander Pato dengan budget 10 juta poundsterling. Dan Pato sendiri akan diikat kontrak 5 tahun selama di AC Milan. Besar kemungkinan, dia adalah pengganti Filippo Inzaghi, jika pemain veteran ini sudah tidak lagi dibutuhkan AC Milan.
Tetapi dibalik dua kabar itu, ada kabar miris. Tentunya kali ini sangat serius, dan pangkal persoalannya adalah kurikulum pendidikan dan tentunya kualitas pendidikan itu sendiri, terutama di kota-kota besar.
Saat tugas membuat tayangan untuk Surat Sahabat di Jakarta aku baru sadar kalau pendidikan sejarah itu penting. Di Tugu Proklamasi yang sudah sangat memprihatinkan kondisinya, ada beberapa anak sedang bermain sepakbola plastik. Untuk memenuhi keinginan produser, maka aku mencoba membuat backsound lagu Indonesia Raya. Ternyata, nyaris semuanya tidak hapal. Bahkan mereka bernyanyi tidak dengan sepenuh hati!! Awal syair saja sudah salah. Padahal mereka tinggal di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia. Tapi ironisnya tak hapal lagu kebangsaannya sendiri.
Masih dalam kesempatan liputan Surat Sahabat. Kebetulan talent kami kali ini adalah putri seorang bintang film ternama. Dia cantik untuk ukuran anak seusianya. Dia duduk di kelas empat pada SD swasta terkenal di kawasan Pondok Indah. Ketika kami memberi pengarahan singkat tentang kemerdekaan Republik ini, dengan santainya dia bilang tidak tahu siapa Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik ini. Padahal dia bersekolah di SD ternama, mahal, dan merupakan sekolah favorit di kawasan tempat tinggalnya. Tahu saja tidak, bagaimana mengenali wajah sang Dwitunggal, Sang Proklamator! Huh...makin hancur saja pendidikan terutama sejarah di negeri ini.....
Bukan cuma anak selebriti saja yang tidak menghargai sejarah, anak jalanan sampai pejabat pun tidak peduli dengan sejarah bangsanya...
Indonesia Raya...(tidak) merdeka..merdeka...
Tuesday, July 31, 2007
Just Pass...
Sudah lama tidak menulis, rasanya kaku sekali jemari ini menari di atas keyboard komputer. Terlalu lama tidak berada di rumah bisa jadi penyebabnya. Jadi tulisan ini sekedar lewat saja, tak perlu di baca jika kalian tidak suka membaca.
Jadwalku cukup padat bulan Juli ini. Paling tidak sengaja ku buat padat, biar terkesan sibuk...hehehe...Termasuk jarang tidur di rumah, sebab lebih sering tugas di luar kota. Sekali libur empat hari, melanglang buana ke tiga kota. Perjalanan kilat yang dulu sering ku lakukan kala senggang.
Kali ini tujuan pertama adalah Surabaya pada 19 Juli 2007. Demi kekasih tersayang, 12 jam di kereta kulakoni juga, padahal ketemunya paling lama 12 jam saja. Sebab aku harus melanjutkan perjalanan ke Solo menggunakan bus jam 10 malam dari Terminal Bungurasih, untuk menghadiri pernikahan seorang teman. Cuma 12 jam di Solo, aku ke Jogja pakai Prameks. Sudah lama tidak menikmati perjalanan kereta dari Jogja ke Solo atau sebaliknya menggunakan jasa angkutan ini. Sekedar numpang tidur di rumah kawan, 22 Juli 2007 jam 16.45 WIB sudah boarding ke Jakarta...
Perjalanan kilat seperti ini, yang kuimpikan bisa ku jalani dengan kamu, Asti...